Cuplikan : "The Reason for waiting"



mengapa harus menunggu begitu lama untuk mengatakan sesuatu?
mengapa harus membuat orang lain bertanya-tanya ?
untuk melakukan hal yang ingin dan bisa kamu lakukan,
tunggu apa?
mengapa harus tetap menunggu untuk sesuatu yang mungkin takkan terwujud?

mengapa harus tetap menunggu untuk jawaban yang hanya sekadarnya?

tidak ada satu orangpun yang dengan rela hati menunggu
dan tidak ada satupun orang yang ingin menunggu selamanya
kebanyakan orang melakukannya dengan terpaksa

tapi mungkin setiap orang punya alasan sendiri-sendiri mengapa membiarkan orang lain menunggunya
masalah utama adalah 'Waktu"
dan selalu tentang waktu.
waktu yang tak berpihak, waktu yang seakan berlari meninggalkan kita atau
waktu yang tak ingin kembali dan waktu yang tak ingin berputar cepat

Saat berada dalam masa-masa menunggu itulah
seringkali perasaan jenuh, bosan, geram, jengkel, hingga marah menghampiri
berkali-kali menguji kesabaran kita
membuat kita akhirnya memilih untuk berhenti
meghentikan penantian yang memakan waktu

dan untuk satu hal yang tak pasti
siapa yang mau mengorbankan waktunya begitu saja?
bukankah hanya waktu yang tak bisa kembali?
bagaimana mungkin waktu yang begitu berharga, kita sia-siakan hanya untuk kata 'menunggu' ?

manusiawi sekali, saat penat dan lelah itu menghampiri
kalaupun kuat, akan tahan berapa lama?
Sangatlah bersyukur jika yang kita tunggu akhirnya datang dan memberi kepastian jawaban
dan meyakinkan kita bahwa apa yang kita tunggu berbuah manis
tetapi takkah sesak dada ini, saat ternyata yang kita tunggu terus menggantung
seandainyapun akhirnya jatuh itu masih jauh lebih baik
daripada sesuatu yang tanpa jawaban, dan akhirnya seperti menggantungkan leher
mati tidak, hidup pun di batas sekarat

hanya sebuah pengharapan dan keyakinan yang bisa menjadi sedikit penawar
baik buruknya sesuatu yang akan terjadi pada kita saat dalam masa penantian itu
hanya masalah sudut pandang
yang kusadari benar adalah
akan ada masanya kita terbawa dalam masa penantian, mau atau tidak mau
cepat atau lambat, kini ataupun esok
suatu saat kita akan merasakan rasanya menunggu sesuatu
yang kita harap-harapkan
yang kita butuhkan, yang kita inginkan,
yang kita cita-citakan,
yang kita dambakan
yang untuk itu kita harus berkorban perasaan, berkorban waktu, berkorban tenaga
berkorban pikiran, berkorban banyak hal
tapi meskipun berkorban, janganlah jadi korban
tapi jadilah pejuang. seorang yang berjuang untuk hal yang diaanggapnya berharga
Pejuang menyingsingkan lengan bajunya, menghadapi rasa takutnya akan sebuah ketidak pastian
melangkah dengan berani mengambil resiko, membuang segala kebanggaan dirinya untuk 1 tujuan
mencurahkan seluruh hati, pikiran, tenaga, dan perasaannya untuk mendapatkan
nilai tertinggi yang ia kejar
itu bukan hal yang mudah untuk dilakukan.
tapi itu hal yang harus dibayar seseorang yang menunggu.
menunggu bukan kata kerja pasif, tapi ia aktif.

Setelah seseorang bertindak sebagai pejuang, ia bukanlah korban meski ia telah berkorban banyak
untuk menunggu jawaban terbaik dari Sang pemberi jawaban.
dan akhirnya, ia harus tetap menunggu sampai waktunya tiba
jika tidak, hanya ada 2 pilihan
ia beralih menjadi pejuang yang gagal saat ia berhenti di tengah jalan
atau bahkan menjadi Pecundang yang menunggu tapi tidak melakukan apa-apa untuk hal yang ditunggu
maka, jadilah pejuang tangguh.
saat kamu siap menjadi pejuang tangguh maka kamu siap mendapat jawaban yang pasti.

jangan takut menunggu
jangan menyerah untuk menunggu
karena harga yang harus dibayar akan setimpal dengan anugerah yang dikaruniakan
aku tidak berkata bahwa sebuah penantian selalu mengasilkan sesuatu yang kita inginkan
tapi ia akan selalu membuat kita memiliki hal yang paling berharga dalam hidup
jika kamu takut karena membayangkan kenyataan pahit yang akan kamu alami setelah itu,
dan akhirnya membuatmu tidak pernah menunggu
bagaimana kamu akan tahu bahwa ternyata yang tersimpan adalah hal yang kamu dambakan?
apapun jawabannya, penantianmu tidak akan pernah sia-sia
paling tidak 1 hal ini yang pasti akan kau dapatkan yaitu: manisnya kesabaran
selebihnya kamu akan belajar nilai-nilai indah yang terkandung didalamnya
saat kamu mengalami, meresapi dan memaknai kehendakNya dalam hidupmu

Dan saat kamu mengerti bagaimana rasanya menunggu,
memahami keadaan yang menyertainya, maka
kamu tidak akan membiarkan seseorang menunggumu terlalu lama
apa yang pernah kamu rasakan, mungkin saat ini juga orang lain sedang merasakannya
Jangan biarkan seseorang pergi begitu saja karena kamu,
lakukanlah segala sesuatu tanpa penyesalan
Entah itu saat kamu menunggu ataupun saat kamu membiarkan orang lain menunggu
karena ada saat-saat terbaik dan perlu untuk melakukannya.

11082012
Written by ~Szaiko~
Taken from-> The Journey of Life : The Reason for waiting

Comments

Popular posts from this blog

CARA SKORING TES PSIKOLOGI VSMS

Laporan dan Deskripsi Observasi VSMS

Analisis Film menurut Teori Psikologi Sosial