Ada Apa dengan F4 - Forever Forever ? Begitu Membekas dalam Ingatan - (Kupas Tuntas Secara Psikologi)



2025 begitu menggemparkan ! Kembalinya F4 dalam reuni bersama A-shin menjadi momentum yang tak terlupakan untuk seluruh penggemar. Dan kini mereka kembali lagi dengan rencana untuk melakukan tur di akhir tahun 2025. Dengan format terbaru Jerry Yan, Vannes Wu, Vic Zhou mereka menggandeng serta Jay Chou yang juga adalah Soloist juga aktor Legenda Taiwan. A-shin sang produser kembali menghadirkan harapan dan kenangan para penggemar di kala muda. Lagu Forver-forever yang baru-baru ini dirilis menjadi lagu andalan yang menggabungkan antara kenangan dan harapan masa depan itu. 

Mengapa F4 menjadi sangat spesial? Padahal secara grup, mereka bukanlah grup idol yang memulai karir profesional sebagai penyanyi. Mereka dipersatukan melalui drama taiwan Meteor Garden, namun menjadi grup yang sangat solid di hati penggemar, bahkan hingga puluhan tahun tepatnya 25 tahun setelah drama tersebut usai di layar kaca. 

Apa yang membuat F4 tidak pernah lekang dalam ingatan penggemar? Mari kita membahasnya dalam sudut pandang psikologi.
1. Psikologi Kognitif ; Di dalam psikologi kognitif, ingatan adalah sebuah fungsi kognisi yang melibatkan otak dalam pengambilan informasi. Ingatan ini memiliki sebuah proses kemampuan untuk menerima dan memasukkan informasi (learning), menyimpan (retention) dan menimbulkan kembali (remembering). Nyatanya informasi yang dipelajari atau peristiwa yang dialami oleh kita pada masa muda kita menonton serial drama taiwan yang saat itu sangat fresh / segar. Mereka menjadi pionir untuk kebangkitan drama asia. Format yang sangat ikonik dan punya ciri khas ditengah gempuran telenovela dan film bollywood, Meteor Garden dengan F4-nya menjadi identitas tersendiri. Otak menangkap benturan budaya itu sebagai sesuatu yang unik dan berkesan, dan mulai menyimpannya dengan memberi code (encoding). Sehingga mudah untuk dipanggil kembali atau diingat ketika ada sesuatu yang menyerupai kodenya muncul sewaktu-waktu. Otak mungkin memberi kode dalam format -grup-empat orang-asia-. Sehingga ketika kemudian korea mengadaptasinya dalam bentuk boys before flower, otak kemudian mengingat hal ini serupa tapi tidak sama. Maka otak mulai melakukan pembandingan dan seleksi. Dan ketika tahun ini F4 reunion muncul kembali, otak yang menangkap informasi melakukan pemanggilan kembali, mengeluarkan semua data, mencocokkan informasi dan kodenya tepat sama. Maka menjadi letupan memori. Semua perasaan yang disimpan bersamaan dengan kode tersebut mencari cara untuk keluar kembali, rindu-haru-gugup-bangga menjadi padu dengan potongan-potongan/fragmen peristiwa masa lalu bersama dengan figur F4. Maka momen letupan memori itu yang kita sering sebut dengan Nostalgia. 

2. Psikologi Belajar. dalam teori operant conditioning, kita belajar bahwa saat kita disuguhkan tontonan dalam durasi waktu yang cukup lama dan intens, kemudian ada respon yang kita berikan sehingga muncul kepuasan di dalam diri. kita belajar untuk mencari objek yang sama lagi dan lagi. Sehingga dulu, tidak hanya menonton, tetapi kita mulai mengumpulkan gambar tentang F4, membuat kliping, bahkan membeli kaset CD mereka yang memutar lagu-lagu soundtrack Meteor Garden. Kebiasaan yang terpola untuk memunculkan respon yang diinginkan yaitu kepuasan, kesenangan, rasa gembira membuat kita terus menerus melakukannya. sehingga ketika stimulus itu hilang bersamaan dengan respon juga lambat laun menghilang. Namun saat stimulus yang sama kembali dihadirkan, kita masih punya respon yang sama. Belajar untuk mencarinya lagi dan lagi, menginginkan stimulus itu lagi dan lagi.

3. Psikologi Sosial. Kehadiran F4 bukan hanya menjadi tontonan eksklusif, namun telah menjadi identitas komunitas, identitas komunal. F4 berhasil merepresentasikan kebudayaan lokal yang diintroyeksikan secara masif dalam lingkup global -setidaknya seluruh asia. Satu media saja cukup untuk memengaruhi gaya hidup masyarakat. Lihat saja bagaimana F4 menjadi budaya anak muda pada saat itu, menjadi tolak ukur anak muda untuk konform. Mulai dari potongan rambut -rambut panjang terurai- untuk laki-laki maupun perempuan, menggunakan headband, gaya berpakaian yang juga tak kalah ikonik. Gadis-gadis muda mulai mengumpulkan apapun yang ada gambar diri dari personil F4. Penggemar akan mulai berkumpul, bertukar cerita hingga menjadi sebuah kebanggan dan mendapatkan dukungan dari sesama penggemar. Kemudian tak jarang juga tercipta interaksi parasosial dimana penggemar mengaitkan dirinya secara emosional, membentuk hubungan yang kuat meski sering kali satu arah dengan idolanya, hingga memunculkan rasa kepemilikan terhadap personilnya.

Pada akhirnya, F4 - Forever Forever tetap menjadi selamanya di hati penggemarnya. 
Terima kasih sudah mewarnai masa muda kami. 
Tertanda, 
Penggemar.

Tonton juga MV terbaru mereka  -->

Comments

Popular posts from this blog

CARA SKORING TES PSIKOLOGI VSMS

Laporan dan Deskripsi Observasi VSMS

Analisis Film menurut Teori Psikologi Sosial